Ungkapan Mutiara

Kita seperti teko, apa yang dikeluarkan maka seperti itulah di dalamnya. Maka berjanjilah untuk selalu membahagiakan orang lain, karena dengan begitu kita membahagiakan hidup kita sendiri (Rosa Rahmania))

Memberi sebanyak yang kita mampu, lalu kita akan menerima sebanyak yang kita butuhkan! InsyaAllah(Luluk Evi Syukur)

Ide-ide gila, butuh orang gila juga untuk mewujudkan semuanya. Demi bumi dan isinyam, baiklah. (Ana Falasthien Tahta Alfina)

Selagi sabar itu ada dalam diri maka selagi itu juga Allah akan mengujinya dan hanya mereka yang benar-benar sabar dapat dengan mudah mengatasi ujianNya (Luluk Evi Syukur)

Selepas ashar nanti Kutunggu di semenanjung hati, mendawai indahnya pelita, kala pelangi berbagi warna, selepas maghrib nanti, Kutunggu di ujung nadi, lantunkan kalam Illahi, hingga Isya hadir kembali (Khasanah Roudhatul Jannah)

Kawan, ingatlah dengan hidup ini, kadang kesusahan dalam mengarungi takdir membuat hidup kita di akhirat nanti menjadi lebih berkualitas. Dan Jangan lah berlebihan di kehidupan ini, karena takut-takut terasa hambar di akhirat nanti. So, Jadikanlah apapun itu tentang kehidupan, lalu rayakanlah dengan kesyukuran.(Adi Nurseha)

Memoar kehidupan yang tak berujung hingga kematian menjemput. Lantas sudah sampai di mana kisah kehidupan ditorehkan? (Luluk Evi Syukur)

Kau yang masih setia mengulum rindu, Kudendangkan senandung lagu merdu, Sebagai pengobat rindu di dada, Sebagai pelipur segala lara, Tersenyumlah sayang, Rindu ini pun masih terus membayang Untukmu duhai kekasih hati Sambutlah syahdunya nyanyian hati (Khasanah Roudhatul Jannah)

Jaga selalu hatimu (Rosa Rahmania)

Tak semua yang diinginkan dapat terwujud sesuai rencana. Pergi saat indah. Allah pasti punya rencana terindah dibalik semua ini. Hanya itu yang bisa menguatkanku saat ini (Yopi Megasari)
Tampilkan postingan dengan label Artikel Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Umum. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Mei 2011

Refleksi 02 Mei 2011


Ini hanya bagiku, entah bagi yang lainnya. Setiap hari orang-orang science mempelajari banyak simbol, dari alfabet hingga numerik atau beragam bentuk yang memang sengaja diciptakan sedemikian rupa. Aku tahu simbol-simbol tersebut sengaja diciptakan untuk mempermudah ingatan, mengakumulasikan banyak satuan dan pemahaman, hingga bisa dicapai sebuah teori, sebuah hipotesis, sebuah postulat, dan sederhananya sebuah rumus.

Sekali lagi ini hanya bagiku, seringkali rumus-rumus tersebut hanya dipahami sebagai sebuah bentuk mati tanpa aplikasi yang hidup. Rumus-rumus tersebut hanya dipakai sebagai alat pengganti angka-angka yang diketahui ketika ujian berlangsung. Ini adalah kesalahan fatal bagiku, melupakan alasan dasar kenapa simbol-simbol bernama rumus itu dibuat, membuatnya seakan-akan diciptakan tanpa alasan yang bermanfaat, tergeletak begitu saja di buku tulis tanpa sesuatu yang aplikatif.

Dan jujur, aku tidak suka mempelajari sesuatu yang mati, yang tidak bisa aku aplikasikan hingga manfaatnya terasa dalam kehidupan. Meskipun kendalanya sangat luar biasa, membayangkan beberapa gaya dari sebuah benda mati, hingga gaya-gaya tersebut bisa menyebabkan gerak, usaha, maupun energi. Apa mungkin karena mindset dalam otakku yang space-nya sangat terbatas? yang aku tahu selanjutnya adalah bahwa aku masih harus banyak belajar, mempelajari berbagai fenomena rumus hingga bisa mengkonsepnya dengan baik. Hasilnya adalah pemahaman baru tentang kehidupan.

Aku sangat ingat sekali, saat itu seorang Kakak kelas menjelaskan padaku dan teman-teman:

"Seperti yang kalian tau P=F/A, artinya tekanan yang terjadi akibat adanya hubungan antara gaya eksternal dengan luas penampang. Dalam kehidupan, gaya eksternal diibaratkan segala masalah yang datang dalam hidup manusia, lalu luas penampang diibaratkan ruas hati. Aturannya, karena P (tekanan) berbanding terbalik dengan A (Luas penampang) maka setiap gaya eksternal (F) yang datang hingga menyebabkan tekanan dapat dikurangi efeknya dengan memperbesar luas penampang dalam diri kita. Gampangnya begini, setiap masalah yang datang seperti gaya eksternal yang menyebabkan tekanan dalam hidup kita. Akibatnya semuanya terasa buram dan suram, untuk mengatasinya adalah dengan cara melapangkan hati, bersikap sabar dan ikhlas agar tekanan dalam hidup kita berkurang"


Umm... menarik, aku suka rumus yang selalu diaplikasikan dalam kehidupan. Saat itu aku hanya terpesona mendengar penjelasan dari Kakak kelasku itu, beliau menambahkan:

"Seringkali manusia merasakan tidak cukup bisa untuk melapangkan hatinya sendiri. Hey siapa bilang melapangkan hati harus dari dalam diri, menambah luas penampang bisa diatasi dengan menambah luasnya dengan benda lain. Artinya berceritalah pada orang lain, curhat tentang masalah yang kamu alami. Itu sama dengan usaha menambah luas penampang hatimu, itulah sebabnya kenapa dengan bercerita tekanan dalam hati terasa berkurang dan hidup juga lebih terasa lega" Begitu paparnya,

Salah satu pesan dari rumus Fisika yang sederhana, favoritku juga adalah ketika dosenku menyamakan rasa malas dengan gaya statis yang membekekukan, itulah alasannya F (gaya) Statis lebih besar dari pada F (gaya) Kinetis, rasa malas memang selalu membuatmu malas memulai sesuatu. Namun jiika kamu bisa mengusir rasa malasmu dengan berbuat sesuatu yang bisa kamu lakukan sekarang juga maka gaya Statis dapat kamu ubah menjadi gaya kinetis yang efisien, selanjutnya dapat diciptakan kecepatan dan percepatan seperti hukum Newton 2. Lalu bagaimana jika rasa malas itu sama sekali tidak mau bergeming dan tetap bertahan?

Itulah gunanya yang bernama motivasi, seperti hukum Newton 1, hukum kelembaman "Sesuatu akan berubah jika terdapat alasan yang membuatnya berubah". Seperti kebanyakan manusia yang tiba-tiba berubah karena memang ada suatu motivasi sebagai gaya eksternal yang memang membuatnya semangat untuk berubah, menciptakan sebuah pencapaian.

Kemudian, aku digiring terhadap sebuah pemahaman mendasar tentang Fluida, kali ini asas Bernoulli. "Pergerakan arus akan menyebabkan berkurangnya sebuah tekanan yang ada sehingga lebih memperlancar laju aliran" artinya jangan diam menunggu sesuatu tapi bergeraklah menemukan sesuatu hingga berbagai tekanan dalam hidupmu akan berkurang. Umm... menarik bukan?

Aku menyebut semuanya sebagai sesuatu aplikatif yang bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pernah terpikir kenapa jalur nasib tiap-tiap individu saling berbeda? ada yang begitu cepat sukses dan ada juga yang begitu sulit sukses? bagi yang cepat sukses mungkin itulah saat ketika kesempatan saling bertumbukan lenting tidak sempurna, tidak ada yang saling terpental tapi saling bertemu. Dan bersabarlah bagi yang belum menuai kesuksesan dalam hidupnya, ingat Allah itu Maha Adil. Jika Dia belum membuatmu sukses maka itu artinya Dia telah menyiapkan beragam kejutan yang harus kamu nikmati terlebih dahulu.

Dalam Impuls dan Momentum "Gaya kecil yang berkerja dalam waktu yang lama dapat menghasilkan perubahan momentum yang sama dengan gaya besar yang bekerja dalam waktu yang singkat" Artinya sederhana, jangan pernah putus asa terhadap segala usaha yang belum menuai hasil, karena jika kamu terus berusaha, sabar dan ikhlas maka ikhtiarmu akan menghasilkan sesuatu yang tidak jauh berbeda dengan orang yang lebih dulu sukses dalam hidupnya.

Dan satu hal, dulu aku berpikir bahwa seluruh benda, entah itu benda mati maupun benda hidup pasti akan mengalami gaya Gravitasi, semuanya bisa jatuh kapan saja. Tapi ternyata pemahamanku sedikit salah, yang berpengaruh terhadap sebuah gravitasi bukanlah sebuah benda tapi ruang seperti kata eyang Einstein. Ruang berudara seperti Bumi yang menyebabkan gaya gravitasi itu sangat mungkin mengenai seluruh benda mati dan hidup. Maka sederhana, jika selama hidup tidak ingin merasakan jatuh hiduplah di planet tanpa udara, di luar angkasa sana tidak ada gaya apapun selain gaya gravitasi yang membuatmu jatuh. Alhasil kamu akan melayang bahkan beratmu sendiri sama sekali tidak membantu.

Tapi tidak perlu khawatir, Gravitasi bisa dikacaukan dengan jarak. Seperti kata hukum universalnya abang Newton tentang gravitasi itu sendiri. "Semakin besar jarak maka efek gravitasi akan semakin melemah". Umumnya orang-orang jatuh karena adanya tekanan yang besar, bagaimana caranya untuk bangkit? Ciptakan semangat hingga bisa mengecoh gaya gravitasi yang menimpa, semangat secara tidak langsung akan membuatmu bangkit, membuatmu menciptakan jarak dengan banyak tekanan yang mengganggu sebelumnya. Benarkan?

Sebagai ulasan, ada sebuah kalimat favorit adegan Cinta-Rangga dalam salah satu Film bagus dalam listku "Ada Apa dengan Cinta", begini bunyinya "Bila Emosi mengalahkan logika, terbuktikan kebanyakan ruginya. Benerkan?" Singkatnya, emosi hanya membuat hatimu tumpul menyerupai benda pejal. Aturannya semakin pejal sebuah benda dia akan semakin sulit untuk bergerak, begitu juga hati yang tumpul dia tidak akan mampu berbuat apapun, jelaskan kebanyakan ruginya? hohoho...

Beginilah hidup, hidupku yang ingin aku ciptakan se-aplikatif mungkin. Dengan sederhananya hidup dan serumitnya beragam rumus yang ingin aku konsep dengan sesederhana mungkin. Pikiran manusia telah banyak mengandung komplikasi karena begitu rumitnya, maka cukup sederhanakan berbagai hal disekitarmu hingga tidak membuat hidup yang sederhana ini juga terasa lebih rumit. Fisika yang rumit-pun jangan dibuat makin rumit dengan banyaknya rumus mati tanpa konsep. Inilah tantanganku kedepannya, tantangan setiap orang yang pernah berhubungan dengan Fisika, begitu juga dengan disiplin ilmu lainnya. Hingga kedepannya pendidikan di Indonesia dapat dinikmati dengan sangat menyenangkan, demi masa depan bangsa yang lebih baik dari sekarang. Selamat hari pendidikan nasional.

**

Pendidikan itu tidak dibatasi oleh berlembar-lembar manuskrip yang berisikan tulisan
Juga terpaku pada berbagai teori tanpa eksperimen yang nyata
Tidak juga hanya berbentuk asumsi yang melahirkan perdebatan semata
Tapi jauh lebih membentang bagi mereka yang suka berpikir terbuka

Segala yang terlihat
Segala yang terdengar
Segala yang terasa
Yang menuntun hati kepada hikmah dan pembelajaran yang tak terhingga

Pendidikan itu bukan kepintaran yang menjadi alasan utama
Tapi justru lebih ditekankan kepada moral yang santun
Serta sikap yang empati dan ikhlas
Juga seberapa yang dapat digunakan untuk bermanfaat

Seperti batang padi yang kian merunduk ketika makin berisi
Atau lebah yang tak pernah lelah untuk memberi

Pendidikan itu adalah meleburnya jiwa dengan alam semesta
Penyebab lebih terbukanya mata hati terhadap kebenaran
Tidak sekedar membenarkan kebiasaan para nenek moyang
Namun bersedia untuk membiasakan hal yang baru tapi benar

Pendidikan itu sama seperti menyadari kenapa bumi berputar
Berpikir kenapa air mengalir
Serta alasan bintang yang bersinar
Lewat paradigma dengan format tiga dimensi kesegala arah yang berpendar

Pendidikan itu bukan pemecah antara agama dan pengetahuan
Namun pemersatu diantara keduanya
Bukan sekedar menuntut untuk tahu
Namun mengajarkan untuk memahami

Pendidikan itu -Ki Hajar Dewantara-
"Ing ngarso sung tulodo"
(Di depan memberikan contoh teladan yang baik)

"Ing madyo mangunkarso"
(di tengah membangkitkan semangat)

"Tut wuri handayani"
(dari belakang memberikan dorongan)


SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL
Cerdaskan nurani
Kokohkan budi pekerti
Wujudkan indonesia lebih baik :)

Oleh: Ana Falasthien Tahta Alfina (Profile)

Silahkan Baca Selengkapnya......

Jumat, 20 Mei 2011

Untuk Dirasa


Aku tak pernah tahu apa arti cinta sesungguhnya. Aku hanya bisa rasakannya. Begitu dalam dan tersembunyi dalam lubuk hati. Ah, andainya semua diijinkan untuk rasakan cinta, aku yakin tak akan bisa orang berpatah hati.

Entah, rasa ini begitu terasa sampai aku tak kuasa meneteskan air mata karenanya. Cintalah yang kurasa, pada apapun yang sudah terjadi bersamaku, siapapun dan hal apapun.

Sejujurnya aku tak pernah benar-benar mengerti dengan semua yang terjadi. Tapi, yang bisa kurasakan hanya sebuah rasa itu, meski kadang aku menyelewengkannya, kadang aku tak berikan itu pada yang seharusnya aku berikan. Lalu aku harus apa?

Terapi satu-satunya yang selalu ingin kulakukan adalah tersenyum dalam hati. Mengingat bahwa melalui cinta aku bisa tegar berdiri sampai saat ini. Kasih sayangNya yang sangat tulus menggedor-gedor pintu hatiku, dan ketika kubuka pintu itu, aku terkesima dengan sangat. Ia datang padaku dengan keanggunan rasa, sesuatu yang belum pernah kutemui pada tamu-tamuku sebelumnya.

Lututku lemas, badan menggigil, dan hati meronta-ronta seolah ingin kupeluk saja cinta yang ada di hadapanku itu. Mendekapnya erat sampai kan kupastikan dia tak akan pergi dariku. Begitulah cinta menghampiriku, menyergapku tanpa ampun dengan sejuta pesonanya.

Tapi ada yang hampir kulupa, munginkah ini manifetasi terbesar dalam hidup manusia? Semua orang begitu ramai membicarakan cinta, semua hati langsung bergegas ketika cinta datang dalam hidup mereka. Meski yang sebenarnya cinta tak pernah bisa kudefinisikan, karena hanya perasaan yang bicara.

Cinta adalah tentang rasa, cinta juga adalah tentang hati. Di situlah bersemayam titah Tuhan bagi kebaikan hidup manusia. Ikutilah bagaimana hatimu berucap, maka kau akan temukan bahwa sebenarnya Allah sangat dekat dengan kita.

Karena setulus-tulusnya cinta adalah seperti cinta Allah pada hambaNya, seperti keindahan akhlak Rasulullah pada umatnya, seperti kasih ibu pada anaknya, dan seperti sayang kita pada sesama ciptaanNya. Bisalah merasakan bahwa ketika kita berjanji untuk berbaik sangka pada cinta, maka saat itulah kita akan rasakan juga cinta tak akan pernah menyakiti. Sebab bicara cinta adalah bicara tentang diri kita sendiri. Biarlah orang lain memperlakukan cinta dengan cara mereka sendiri. Meski sakitnya cinta itu kerap kita rasa, sudahlah, buang semua itu sebab tak akan menjadikan kita bermetamorfosa menjadi manusia yang kerap bermanfaat bagi manusia lainnya. Bahagiakanlah hidup orang lain, maka kita telah membahagiakan hidup kita sendiri.

*Have a Nice Day sobat Nahiq……. ^_^
Oleh: Rosa Rahmania (Profile)

Silahkan Baca Selengkapnya......

Senin, 09 Mei 2011

Because Love It


"Do something because you love it, not because you only want to look great doing it"

Definisinya luas, fokusnya adalah apa yang kita sukai. Semua orang pada dasarnya sama, selalu suka dipuji dan jarang memuji orang lain. Mungkin bagi yang pernah menonton film 'I'm not Stupid 2',maka akan familiar dengan kata-kata ini "Kapan terakhir kau memuji seseorang? kapan terakhir orang lain memujimu?", dan karena faktor kebutuhan terhadap sebuah pujian, tidak sedikit yang rela melakukan sesuatu demi mendapat pujian dari orang lain, demi terlihat lebih hebat. Bagus memang, tidak ada yang salah, alhasil ada sebuah pencapaian yang berhasil kita raih.

Tapi benarkah kita puas dan bahagia? benar-benar senang dengan hasil yang diperoleh? lupa bahwa cinta itu mendatangkan produktivitas yang penuh dengan kekuatan? kekuatan untuk memperjuangkan segala hal yang kita cintai. Tapi namanya juga manusia, terkadang apa yang disukai saja masih abstrak, lantas apa yang bisa diperjuangkan? Kita tengok saja Kugy, tokoh utama dalam novel Perahu Kertasnya Dewi Lestari. Kugy yang rela berputar, terus melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu dia suka demi mendapatkan sesuatu yang dia suka. Mungkin ada kalanya memang begitu, hidup itu memang sederhana, implemantasinya sebenarnya juga sederhana. Tapi pikiran manusia yang rumit, sehingga hidup pun nampak rumit. Butuh berputar ke sana ke mari sebelum sampai pada tujuan yang dimaksud. Whatever!!! Tergantung manusianya, yang terpenting pada akhirnya kita sampai pada tujuan bukan?

Hey hidup itu hanya sekali, dengan Bumi yang satu-satunya menjadi tempat tinggal manusia. So, tidak ada yang lebih penting selain memperjuangkan apa yang kita inginkan, sesuatu yang kita sukai, mewujudkannya satu-persatu. Setidaknya kita bisa membuat ingatan yang indah tentang hidup yang singkat ini. Dan percayalah tidak ada yang lebih membuat kita bersemangat dan berenergi selain apa yang kita sukai, dengan mudah segala kepenatan dan kerempongan situasi dapat kita atasi dengan baik.

Lalu bagaimana jika begini situasinya, orang terdekat kita tidak menyukai apa yang kita tekuni saat ini, padahal itulah yang kita sukai. Jika orang terdekat itu saya, maka saya akan spontan berpikir "Jadilah dirimu sendiri, dengan segala yang kamu mau, dengan segala mimpi-mimpimu. Perjuangkan apa yang kamu inginkan tanpa takut dengan penilaian orang lain, bahkan termasuk saya sendiri. Itu hidupmu, perjalanan yang harusnya bisa kamu ciptakan beragam hal yang menyenangkan. Orang yang menyayangimu akan selalu mendukung mimpi-mimpi terbaikmu, bukan malah memaksamu pada duniamu yang lain, yang bukan kamu"

The closing statement:
"Do something because you love it, not becuase you only want to look great doing it or you only want to make someone love you cause it"

Oleh: Ana Falasthien Tahta Alfina (Profile)

Silahkan Baca Selengkapnya......

Jumat, 06 Mei 2011

Diriku Bukanlah Dirinya


Aku bukanlah dia, yang nasabnya terjaga, yang masih punya keturunan Ulama
Aku bukan dia, yang ayah ibunya telaten mendidiknya dengan cara Islami
Aku juga bukan dia, yang keluarganya terasa begitu religius
Aku hanya aku, aku tak punya apa-apa dan aku juga bukan apa-apa
Sama sekali aku tak punya keistimewaan apa-apa

Aku hanya hambaNya, yang berusaha mencariNya di setiap detik nafasku, andaikan benar-benar tiap waktu aku ingat itu...

Aku juga tak punya daya apa-apa, yang ketika ada sesuatu menghampiriku, aku terlampau sering menghadapinya sendiri, bukan seperti mereka yang punya tempat sandaran atau tempat curhat pada ibunya misalnya, dan aku bukan mereka...

Di dunia ini ada suatu ke-ideal-an yang didambakan oleh tiap insan.

Tengoklah, betapa tiap insan selalu inginkan hidupnya lancar-lancar saja tanpa hambatan? Itulah ke-ideal-an yang kumaksud.

Tapi, bisakah hal itu kita dapat? Bohong jika kita katakan ya untuk pertanyaan itu.

Selalu ada yang membuat kita memeras otak dan tenaga karena selalu ada suatu urusan yang menanti untuk kita selesaikan. Tapi tak usahlah disebut “masalah”, karena itu bukan penyelesaian. Tak cukupkah nyali kita untuk hadapi semua?

Aku ya aku, aku bukan dia, aku bukan dirinya, dan aku bukan mereka, aku ya aku...

Entah siapa aku ini...

Aku tak bisa berikan apa-apa yang bisa buat kalian bahagia di tiap detik.

Aku juga hanya bisa lakukan apa yang menurutku baik, tapi itu pun mungkin tak juga bisa selalu selaras denganmu,

Aku harus lakukan apa?

Satu yang kutahu, kita harus bertanya padaNya tentang bagaimana semua ini harus kita jalani. Semua akan berjalan dengan baik jika kita selalu ikuti aturan dariNya, semoga kita semua bisa istiqamah, amin...

Oleh: Rosa Rahmania (Profile)

Silahkan Baca Selengkapnya......

Sabtu, 30 April 2011

Bicaranya Hati


Bila hati yang bicara, akankah bisa terungkap dengan kata-kata? Yang ada adalah tangan dan kaki yang mewakili bicaranya hati. Kemudian, sekarang hati siapakah yang bicara itu?

Seusai dengan tak sengaja mendengarkan suatu liputan berita di televisi, barulah ini dapat menyimpulkan bahwa sesungguhnya tiap insan rindu akan kesucian dan tak pernah mau dengan sengaja melakukan perbuatan tercela.

Sebuah liputan, yang bercerita tentang sebuah kawasan lokalisasi di daerah Surabaya. Entah pula, kawasan yang dimaksud adalah kawasan paling terkenal se-Asia Tenggara itu atau bukan. Di situ diceritakan bahwa penduduk lokalisasi, saat ini sudah menurun sebanyak 30% daripada tahun-tahun sebelumnya. Masyarakat setempat mengakui bahwa mereka kerapkali mendekati para PSK itu dengan perlahan. Walhasil, saat ini sudah berkurang sebanyak 30%, suatu peningkatan yang patut kita syukuri bahkan sekecil apapun angkanya.

Tak pernah ada wanita yang menjadikan “pelacur” sebagai cita-cita hidupnya. Kebanyakan mereka melakoni sandiwara demikian adalah karena terpaksa atau karena sebelumnya sudah dijerumuskan terlebih dahulu oleh orang yang tega berbuat jahat pada mereka. Tapi pernahkah, ketika kita punya adik kecil atau kerabat dan tetangga kita yang masih usia SD, ada yang bercita-cita menjadi penjaja cinta? Saya yakin dengan sangat pasti, tidak akan ada hati dan akal sehat yang menginginkan demikian.

Yang sekarang sedang menjalani sandiwara seperti itu, yakinlah bahwa di hatinya selalu ada secercah kerinduan untuk kembali menjalani hidup seperti manusia biasa lainnya. Nuraninya tak pernah mau dan tak pernah mengijinkannya untuk berbuat seperti itu. Ikutilah kemauan hati untuk selalu berhasrat beribadah dan semakin mendekat padaNya. Ya, itulah fitrah bagi yang namanya manusia.

Dan bukan hanya "penjaja cinta" yang memiliki fitrah demikian. Seorang penjaja cinta adalah seorang manusia, dan tengoklah kita pun sama manusianya dengan mereka. Kita pun memiliki fitrah itu kawan. :)

Ya Arhamarrahimin... Penuhilah lagi hati-hati kami ini dengan kasih sayangMu, sebagaimana Engkau yang bisa menguatkan iman di hati kami, kami pun tak akan bisa berbuat apa-apa tanpa campur tangan dariMu. Tolong temani dan beri kekuatan pada kami untuk bisa selalu ingin lebih dekat lagi denganMu, amin...

Oleh: Rosa Rahmania (Profile)

Silahkan Baca Selengkapnya......

Rabu, 27 April 2011

Inspirasi


Menulis jangan menunggu datangnya inspirasi, tapi inspirasilah yang hendak kita ciptakan sendiri. Namun apakah kalian tahu bagaimana menciptakan inspirasi itu? Semalam habis rapat team sempat ada instilah: “Jangan menunggu-nunggu waktu, tapi buatlah waktu oleh kita.”

Mungkin artinya kita sebagai manusia biasa terkadang suka malas untuk melakukan sesuatu, suka mengulur-ngulurkan waktu dan berbuat tergantung mood kita. Itu sudah lumrah di dalam diri kita sekarang. Akan tetapi kelumrahan itu jikalau tetap saja dibiarkan mungkin saja bisa berakibat fatal bagi diri kita. Contoh seorang pe-hutang, sedikit demi sedikit dia terus menerus meminjam uang kepada orang, maka tak terasa ketika dia hendak melihat jumlah hutangnya sempat terkejut dengan besarnya jumlah hutang yang dia miliki. Begitulah kira-kira ciri seorang pemalas dan seorang yang tidak bisa memanfaatkan waktunya sampai-sampai dia diperbudak oleh waktunya sendiri.

Kita sebagai orang yang waras dan berpendidikan tentunya tidak akan menghendaki hal itu hinggap pada diri kita. Seorang pe-hutang tadi hanyalah contoh, masih banyak kejadian-kejadian yang lain yang serupa dengan hal itu. Bagi seorang pemalas dan yang suka mengundur-ngundurkan waktu akan tahu akibatnya sendiri. Satu dua kali tidak akan terasa, tapi setelah dia terus melakukannya berulang-ulang sehingga menjadi suatu kebiasaan yang sulit dia tinggalkan maka pada saat itulah rasa penyesalan yang sangat dahsyat itu akan menghampirinya. Untuk mencoba memperbaiki diri tidak akan semudah dia membalikan telapak tangan. Semuanya butuh proses sebagaimana lamanya dia melakukan kemalasannya dulu. Kebiasaan baru pun harus dilaluinya dengan rasa yang teramat berat. Bayangkan saja betapa susahnya kita merubah kebiasaan kita hingga 180 derajat dalam seketika waktu dan rasanya itu adalah hal yang mustahil untuk kita lakukan dalam jangka waktu yang relatif pendek.

Kebiasaan merupakan hal yang akan membawa ke mana arah masa depan kita. Sebenarnya jika ada orang yang bertanya “Mau jadi apa saya di masa depan?” merupakan pertanyaan yang menurut saya adalah satu pertanyaan yang bukan caranya untuk bertanya dengan pertanyaan itu. Karena yang bisa menjawabnya hanyalah dirinya sendiri. Intinya adalah kebiasaan. Kebiasaan adalah cerminan diri kita di masa depan. Ingin tahu kalian akan seperti apa di masa depan maka lihat apa yang sedang kalian lakukan di saat ini.

Terkait dengan inspirasi yang menjadi judul artikel kali ini. Coba kita jangan menunggu-nunggu datangnya inspirasi, tapi cobalah belajar untuk menciptakan inspirasi kita sendiri. Inspirasi bukanlah “Jailangkung” yang datang tak dijemput, pulang tak diantar, tapi inspirasi itu adalah suatu hal yang akan selalu ada di dalam diri kita. Inspirasi itu bukanlah milik siapa-siapa, tapi inspirasi hanyalah milik kita “Kita dan inspirasi kita”.

Hanya satu hal yang perlu kita ingat, bagaimana kita bisa menjaga selalu inspirasi kita? Apalagi kalau bukan dengan kebiasaan. Kebiasaan yang akan terus menerus mendatangkan inspirasi kepada kita. Hanya kebiasaanlah yang akan menentukan masa depan kita, entah itu kebiasaan buruk maka hasilnya akan buruk ataupun kebiasaan yang baik maka hasilnya pun akan baik pula. Lihat seorang penulis terkenal seperti “Putu Wijaya” (Sang Teroris Mental) beliau mengatakan: "Menulis setiap hari dan Menulis apa saja". Kemudian juga dengan ucapannya Pramoedya Anantatoer (Penulis Yang Menolak Hadiah Nobel Sastra), "Terus Menulis Walau Tubuh Terpenjara."

Lihat komentar-komentar mereka yang telah meraih masa depannya dengan sukses. Semua berawal dari kebiasaan. Membiasakan diri menulis untuk seorang yang ingin menjadi penulis, membiasakan diri berolahraga untuk seorang yang ingin menjadi atlet, membiasakan diri terus membaca dan mengamati ilmu-ilmu kebidanan untuk seorang yang ingin menjadi bidan, dan masih banyak lagi kebiasaan-kebiasaan yang mesti kita lakukan sesuai keinginan masa depan kita yang hendak kita raih.

Inspirasi bukanlah hal yang aneh bagi kita, tapi inspirasi merupakan konsekwensi dari kebiasaan-kebiasan yang telah kita lakukan. Inspirasi itu tidak akan datang secara tiba-tiba, tapi inspirasi yang akan kita ciptakan sendiri. Inspirasi milik kita, inspirasi hanya untuk kita dan inspirasi hanyalah ada dalam diri kita. Intinya hanya satu ; “KEBIASAAN”. Oke Friend… You Understand? Mulailah kita sekarang melakukan kebiasan-kebiasan yang akan menentukan masa depan kita. Apa bentuk kebiasaan itu? Jawabannya tergantung pada diri kalian. OK !!! Tuhan tidak akan merubah diri kita, kecuali diri kita yang akan merubahnya sendiri.

Oleh: Mamat Munandar (Profile)

Silahkan Baca Selengkapnya......

Kamis, 21 April 2011

Bukan Tipe Pencemburu


Senyum manis di wajahnya senantiasa mengembang, mewarnai hari-harinya yang seakan tiada pernah dilanda duka. Tawanya senantiasa renyah membahana, menggambarkan betapa free hatinya seolah tanpa beban derita. Begitupun saat dia harus berpisah denganmu sebagai keputusan yang matang yang menjadikannya semakin tegar dalam mengarungi liku hidup yang tiada terduga kapan aral melintang menghadang mulusnya jalan.

Ketegarannya menghadapi setiap permasalahan dalam hidupnya, adalah bukti betapa mapan pola pikirnya. Tiada keluh kesah yang dia tampakkan di muka umum. Seberat apapun beban hidupnya, dia tetap berdiri dengan gagah, memikul segala beban yang ada tanpa mengeluh sedikitpun. Lihatlah pancaran wajahnya yang selalu tulus menimbang rasa. Seperti saat dia melepaskanmu dan membiarkanmu memilih bidadari lain yang kau anggap lebih pantas untuk kau cintai.

Baginya cinta tak harus memiliki, cinta tak harus mencemburui. Cinta adalah keikhlasan, keikhlasan menerima segala yang ada, tanpa harus merasa cemburu dengan segala kelebihan yang dimiliki oleh orang lain. Sama seperti saat perhatianmu beralih pada yang lain. Hanya senyum yang tersungging di bibirnya seraya berucap lirih "Semoga kalian berjodoh dan hidup dalam lindungan kasih Illahi Robbi..."

Lalu dia pun melangkah tenang, tanpa pernah merasa bersalah telah meninggalkanmu. Karena di matanya kau memang tidak pernah tulus mencintainya, tidak pernah tulus menyayanginya. Terbukti dengan segala apa yang di lihatnya ketika segala kasih dan perhatianmu justru tertuju kepada yang lain. Bukan rasa cemburu yang dia tunjukkan ketika ia tahu kau bermesraan dengan yang lain. Tapi rasa syukur kepada Dzat Yang Maha Kasih, yang telah membukakan kedua mata batinnya akan siapa sebenarnya dirimu, siapa sebenarnya sosok yang pernah di kasihinya.

Dia bukan tipe pencemburu. Bukan berarti cintanya kepadamu di masa lalu palsu. Tapi kedewasaan dalam dirinya yang membuatnya lebih bijak dalam menghadapi setiap liku sebuah rasa dalam mengarungi samudera cinta yang penuh dengan gelombang badai asmara. Dia bukan anak kecil yang mudah menangis ketika di cubit. Dia bukan anak kecil yang mudah merengek ketika apa yang dia harapkan jadi miliknya ternyata tak jua ia dapatkan bahkan menjadi milik orang lain.

Dia gadis dewasa yang pandai mensyukuri nikmat. Dia gadis yang tegar, dia gadis yang kuat, dia gadis yang mampu bertahan di tengah kecaman dahsyatnya badai kehidupan. Tiada pernah ku dengar dia mengeluh, walau derita kerap hadir menyapa ketenangan jiwanya. Percuma saja kau bersusah payah membuatnya cemburu, karena di hatinya dia justru mendo'akanmu agar kau dapat menjalin hubungan dengannya.

Mungkin benar adanya, bahwa kau tiada pernah mencintainya. Atau kesombongan dalam dirimu yang membuatmu bertahan untuk tidak mengungkapkan perasaan hatimu yang sesungguhnya. Well... itu adalah urusanmu dengannya. Ada tidaknya rasa itu hanya kau yang tahu. Satu yang pasti dia bukan tipe pencemburu. Terbukti saat dia melihatmu bermesraan dengan yang lain, dia justru mendo'akanmu. So tak perlu kau bersusah payah memperlihatkan kemesraanmu dengan gadis lain di depan matanya. Karena dia bukan tipe pencemburu.

Dia gadis yang cantik, pintar, cerdas, lincah, sholehah, energic, atraktif... waow... seabreg kelebihan di sandangnya... ckckckck... Rasanya rugi kalau di lepaskan begitu saja, sementara kau tahu bahwa kau pernah ada dalam hatinya. Namun aku tidak bisa menjamin bahwa di hatinya masih ada namamu, karena kulihat dia begitu supel dalam bergaul. Dengan mudah dia kan dapatkan pengganti dirimu yang mungkin lebih perfect and lebih sempurna di matanya.

Kurasa penjelasanku tadi sudah jelas. Dia bukan tipe pencemburu. OK...?! Kalau kurang jelas, silahkan baca ulang dari awal.

Selamat membaca kawan. (((^_^)))
Oleh: Khasanah Roudhatul Jannah (Profile)

Silahkan Baca Selengkapnya......

Sabtu, 16 April 2011

Cintanya Cintamu Cintaku


Semburat merah cakrawala, menyisir plataran bumi serta dedaunan petang hari yang beranjak senja. Ketika hari dan surya makin terpojok oleh malam serta bulannya, Engkau menunjukan tanda-tanda keagungan singasanaMu yang Maha. Andai berkenan, kukutip beberapa alunan puisiMu yang terlantun indah.

“Dia menciptakan langit dan bumi…”, "Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam serta menundukkan matahari dan bulan…”, "Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”.

Halus dan kasar, keras dan lembut, panjang dan pendek, kecil dan besar, jauh dan dekat, tebal dan pipih, senang dan sedih, dingin dan panas, lapang dan sempit, gelap dan terang, siang dan malam, hitam dan putih, baik dan buruk, tua dan muda, hidup dan mati, dan akhirnya, Pria dan Wanita.

“Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan", “Segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah”

Sewaktu pilu dalam rinduku mengetuk, sempat kutulis setinta kata dalam benakku. Wahai engkau yang berwajah ayu, kumohon bingkai piluku dengan katamu, rangkul aku dengan senyummu. namun, biarkan aku terlelap dalam cintaNya.

Duhai perempuan, tutup rapatlah mataku dengan diammu
Aku amat takut jika bayangmu jatuh ke hati lewat mataku
Aku amat takut jika manis kasihmu mengalahkan manis cintaNya
Aku amat takut jika…

Duhai perempuan
Jangan bunuh rasa yakinku dengan keanggunanmu

*In The Middle Of Night
November 11th, 2008
Oleh: Alkindijunior (Profile)

Silahkan Baca Selengkapnya......

Senin, 11 April 2011

Cinta Matahari Pada Bumi


Perkenalkan namaku Matahari, jenis bintang yang terdekat dengan Bumi, sekitar 150 Km dengan radius 112 kali dari radius Bumi serta 30 kali gaya tarik Bumi. Warnaku stabil mengikuti drajat suhu dari tubuhku sendiri, berwarna merah ketika pagi atau sore hari serta putih hingga kebiruan ketika siang. Sosokku terlahir sebagai generasi bintang kedua menurut teori Bigbang tentang pembentukan Tata Surya dengan massa Tata Surya sebesar 98 % pada tubuhku, bukankah posisiku cukup penting sebagai pusat Tata Surya?

Di sistem Tata Surya, di Galaksi Bima Sakti, terdapat kedelapan planet yang setia berevolusi mengelilingi tubuhku. Dari mulai Merkurius, Mars, Bumi, Venus, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neputnus. Mereka menempati posisi masing-masing di garis orbit dengan waktu revolusi yang berbeda tergantung karakteristik mereka. Tugas utamaku adalah mengontrol stabilitas peredaran para planet yang berarti mengontrol terjadinya siang dan malam serta tahun sebagai sumber energi panas. Dan kalian tahu? di antara para kedelapan planet yang berevolusi ke arahku, ada sebuah planet spesial yang menarik perhatianku selama ini. Mungkinkah aku menyayanginya? Jatuh cinta kepadanya? Dialah yang selama ini kalian tempati, membuatku patah hati. Karena dia ternyata lebih memilih mencintai kalian.

Perkenalkan namanya Bumi, sosok yang diam-diam aku kagumi. Si planet ketiga di sistem Tata Surya, satu-satunya planet yang memiliki kehidupan. Para penguhuninya disebut makhluk hidup, manusia adalah sosok yang paling berkuasa. Bila tubuhku hanya tersusun dari Hidrogen dan Helium, maka sebagian besar dari permukaan Bumi terdiri dari 70 % lautan dan sisanya adalah daratan, gunung, serta lembah. Bumi memiliki selimut udara yang disebut dengan atmosfer, salah satu fungsinya adalah melindungi Bumi dari paparan radiasi dan energi panasku yang berlebihan. Itulah mengapa aku sedih, padahal aku hanya ingin melindunginya dengan memberinya kehangatan, membantu udara dan air di Bumi bersikulasi, tumbuhan berfotosintesis, mentransfer energi panasku kepada batu bara dan minyak bumi.

Herannya manusia, penghuni Bumi yang tidak tau berterima kasih itu selalu mengeluhkan banyak hal tentangku. Bilang katanya kalau aku adalah penyebab panas yang menyiksa. Padahal mereka yang menjadi penyebab lapisan ozon di Atmosfer Bumi yang bernama Stratosfer. Siapa yang selama ini menggunakan zat CFC atau clorofuorocarbon, penyebab terbesar berlubangnya lapisan Ozon. Tentu bukan salahku jika Radiasi UV-ku yang ekstrem menyebabkan banyak penyakit pada Manusia. Lalu yang bernama Manusia itu selalu menyakiti Bumi, dengan sikap serakahnya, merusak hutan-hutan yang menjadi paru-paru bagi Bumi. Sungguh aku sangat melindungi Bumi dari perlakuan jahat kalian, aku benar-benar sangat menyayanginya.

Aku ingin selalu menjaganya sepanjang waktu, maka jika malam tiba aku relakan cahaya-ku dipantulkan Bulan. Aku perintahkan Bulan untuk menggantikanku menjaga Bumi dan mengawasinya, aku juga memerintahkan beragam rasi untuk membentuk beragam formasi dan senantiasa menghibur Bumi karena ulah kalian. Sungguh!! Aku ingat jawaban Bumi ketika dia menolakku dan lebih memilih kalian,

"Terima Kasih atas perasaan spesialmu Matahari, tapi bagiku memilihmu berarti merusak keseimbangan alam yang ada. Itu sama artinya aku menyakiti para penguhuni yang amat aku sayangi, dan apa artinya hidupku lagi jika Manusia yang hidup di permukaanku menderita?"

"Tapi lihat Bumi, apa yang selama ini dilakukan para Manusia itu kepadamu? Apa itu pembalasan mereka terhadap perasaanmu yang tulus?" Dan kalian perhatikan jawaban Bumi, selalu tampak membela kalian, seburuk apapun perlakuan kalian kepadanya.

"Matahari, para Manusia itu tidak semuanya bersifat buruk seperti yang kamu katakan. Seandainya kamu tahu bagaimana kelompok minoritas membelaku. Mereka rela menanam banyak Pohon sebagai amunisi paru-paruku, senantiasa menyeru kebaikan pada mahkluk hidup lainnya, berusaha melestrarikan sisa sumber dayaku sebaik-baiknya. Aku yakin mereka sebenarnya sangat menyayangiku juga, tapi terkadang khilaf dan lupa membuat mereka tidak sengaja memperlakukanku semena-mena"

Maka demi mendengar jawaban tulus dari Bumi, semakin dalamlah perasaan kagumku padanya. Dan kalian tahu? saingan terberatku dalam rangka mendapat perhatian Bumi adalah Awan, Awan selalu berdikte membanggakan dirinya, bilang kalau dirinya lebih memberi manfaat pada Bumi, mampu mempersembahkan Hujan yang sejuk pada Bumi. Dia sungguh curang, temannya banyak dan jika dia ingin menurunkan Hujan maka dia akan meminta si Nimbu Stratus untuk menghalangi pandanganku dari Bumi, Manusia menyebutnya mendung. Tapi dia jauh lebih beruntung, karena dia dan teman-temannya dapat terbentuk di lapisan Atmosfer Bumi yang bernama Troposfer, dan aku sungguh Iri.

Salah satu sikapku yang paling tidak disukai Bumi adalah ketika tubuhku mengeluarkan badai hingga mengenai Bumi dan kalian. Itu akibatnya jika emosiku telah memuncak akibat perlakuan kalian pada Bumi, tapi sungguh aku tidak bermaksud untuk membuat Bumi sedih. Maaf, bahkan demi untuk menghibur Bumi aku rela bekerja sama dengan Hujan untuk membentuk pelangi dan sesekali memperlihatkan cincin Matahariku yang serupa pelangi.

Sesederhana itu aku menyukaimu
Seperti sederhanamu yang turut mengorbitku pada garismu
Kamu bukanlah bintang fajar seperti Venus,
Atau pemilik cincin Indah layaknya Saturnus
Tapi hatimu yang tulus telah sukses memikatku.

Lihatlah bagaimana Manusia telah menyakitimu,
Tapi kamu selalu membelanya di hadapanku,
Dan kalian Manusia!!!
Tidakkah kalian merasakan perlakuan Bumiku?

Lalu aku hanya mampu menyukaimu dengan sederhana
Ingin menyukaimu dengan cara yang paling sederhana
Mengikuti kesederhanaanmu,
Demi semua itu
Aku sungguh rela turut melindungi Manusia
Menemanimu

Manusia,
Masih belum sadarkah?


Oleh: Ana Falasthien Tahta Alfina (Profile)

Silahkan Baca Selengkapnya......

Kamis, 07 April 2011

Dua Patah Kata


Lelapku adalah jembatanku bermimpi, seindah-indahnya tentang banyak hal yang mungkin sulit terwujud di dunia nyata. Imajinasiku adalah ruang angkasa raya, entah. Tapi dari sana aku dapat bermain dengan banyak hal. Memproyeksikan apa yang ada dalam pikiran, membuat analogi yang aneh. Kamu, siapa saja yang dimaksud hati sebagai kamu, seseorang yang telah mengenalkanku pada dunia yang berbeda. Lebih indah dari pada lelapku, juga lebih berkesan dari pada angkasaku. Selamat!!! berhasil menempati rating tertinggi sebagai pendatang asing dalam ruang kosongku.

Aku dan orang-orang yang menginspirasiku mengeja makna, siapapun itu kalian. Bagiku selama ini belajar adalah saat aku dan kalian bisa lebih arif memaknai suatu peristiwa, tidak lantas condong terhadap satu sisi, tapi juga bersedia membelokkan paradigma ke segala sisi, hingga logika dan perasaan bisa dialokasikan secara tepat, masing-masing menjadi pemenang di tampat yang seharusnya berada. Aku rasa semua orang juga mengerti hal prinsipil seperti itu, tapi sejak hidupku bersinggungan dengan sosokmu, aku semakin sadar bahwa mengerti saja tidak cukup, harus ada implementasinya yang membuatku benar-benar terlibat.

Kamu juga tahu bukan kebiasaanku yang begitu plegmatis? Aku merasa tidak pernah punya kesempatan untuk mengungkapkan beberapa hal yang aku pikirkan, sekedar berucap kata negatif yang paling susah sedunia perbendaharaan kata, yaitu kata 'tidak'. Tapi bila terlibat suasana kerja denganmu, aku merasa lebih ringan mengatakan apa yang tidak aku suka, mengemukakan pendapat tanpa takut kamu akan menentangnya habis-habisan. Dan selamat! Aku telah menikmati masa merdekaku menjadi diri sendiri.

Tentang apa yang aku suka, apa yang aku benci, apa yang ingin aku raih, apa yang ingin aku dapatkan sebagai pencapaian. Mungkin tidak terlalu tepat seperti yang aku pikirkan, tapi sedikit banyaknya kamu telah mengingatnya dengan baik. Dengan merasa bahwa ada yang bisa memahami banyak hal tentang kita, maka kita akan lebih belajar untuk bisa memahami banyak hal tentang orang lain. Perlu bukti? pejamkan matamu, lalu berdejavulah. rasakan kebaikan orang-orang di sekitarmu, maka secara otomatis kamu akan lebih ingin berbuat baik kepada mereka. Itulah prokdutivitas kasih sayang manusia.

Paragraf terakhir, jelas bukanlah ungkapanku yang terakhir. Karena aku tidak akan pernah berhenti untuk mengucapkannya sewaktu-waktu, dua patah kata dari perasaanku yang paling sederhana di antara kerumitan logikamu.

"Terima Kasih"
Really Arigatou Ne For Everything.

Oleh: Ana Falasthien Tahta Alfina (Profile)

Silahkan Baca Selengkapnya......

Jumat, 25 Februari 2011

Pancingan


Ini sama sekali bukan tentang pelajaran pancing memancing hehehe..., jangankan bakat, pengalaman memancing pertama-pun belum ada...^^

Tapi, entah kenapa muncullah analogi perihal pancing-memancing ini di otak, aneh ya saya!. Tiba-tiba juga muncul pertanyaan "Mana yang lebih berpengaruh di dunia perpancingan? alat pancingnya, umpannya, atau ketertarikan ikannya untuk memakan umpan di pancingan?" hayo tebak yang mana? hahaha...

Semoga bukan analogi yang terdengar aneh, begini!! Saya melihat hidup kita erat sekali dengan konsep pancing-memancing ini, terlebih jika berurusan dengan diri sendiri, motivasi, semangat, keinginan untuk terus memperbaiki diri, dan proses diri lainnya. Biasanya orang-orang yang berprestasi (dalam mind set saya, prestasi ini banyak jenisnya), rata-rata terpancing atau bahasa manusianya termotivasi oleh lingkungan sekitarnya yang lebih dulu berprestasi, atau kalau ternyata lingkungan sekitarnya kurang kondusif berarti dia terpancing untuk menjadi sebuah agen perubahan yang pertama di lingkungannya itu. Itu untuk kasus yang pertama.

Sedang untuk kasus lain, tidak selalu juga sih pancingan tersebut ampuh memancing sesuai niat awal dan harapan kita terhadap sesuatu, hehehe... tentang semangat misalnya, beragam acara telah diikuti, nasehat didengarkan, buku motivasi dibaca, segala film bergenre on fire ditonton. Tapi tetep, jika dasarnya dari diri kita kurang semangat, atau tidak sepenuhnya menerima asupan semangat dari luar. Semuanya akhirnya jadi percuma, tidak membantu sama sekali bukan?

Segala jenis pengaruh dari luar itu semuanya bersifat pancingan dengan umpan yang beragam. Bisa tentang apapun, tentang kebaikan, keburukan, semangat, kemalasan, dan lain sebagainya. Tapi tetap berpengaruh tidaknya pancingan dan umpannya itu tergantung dari kita sendiri, bersedia merespon atau bahkan mangabaikannya.

So, selain harus belajar seperti ikan laut yang tidak ikut terbawa asin meski hidup di lingkungan yang asin. Belajar juga untuk tidak terlalu tergoda dengan pancingan yang umpannya terlihat menggoda dan menarik padahal tidak ada manfaat sama sekali, atau malah mengabaikan pancingan dengan umpan yang bermanfaat buat kedapannya. Pada akhirnya semuanya memang tergantung diri masing-masing individu, diri kita sendiri. :)

**Ada yang jual pancingan hidup yang bagus? hehehe

Oleh: Ana Falasthin Tahta Alfina (Profile)

Silahkan Baca Selengkapnya......
Photobucket
 

Karya Tulis

Refleksi 02 Mei 2011

Ini hanya bagiku, entah bagi yang lainnya. Setiap hari orang-orang science mempelajari banyak simbol, dari alfabet hingga numerik atau beragam bentuk yang memang sengaja diciptakan sedemikian rupa. Aku tahu simbol-simbol tersebut sengaja diciptakan untuk

Kisah Kehidupan

Demi Sebuah Amanah

Telah lama aku berdiri di sini, di antara keramaian dan hiruk-pikuk terminal Pulo Gadung. Namun tak satupun bus antar kota yang mau berhenti dan membawaku meninggalkan kebisingan ini. Hampir satu jam lebih aku di sini, tapi semua bus antar kota nampaknya penuh semua.

Sastra

Cinta Dalam Hati ( CIDAHA )

Kala cinta datang menggoda Memanggil dan mengetuk pintu hati Lalu singgah ke rumah jiwa Tanpa kata permisi Hhm... Terdengar begitu syahdu menyentuh kalbu Namun, jika ini benar cinta Jangan biarkan cintaku padaMu hilang di hati Perkenankanlah tuk selalu mencintaiMu

© 3 Columns Newspaper Copyright by Website Nathiq | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks